Langsung ke konten utama

Puisi-Sms Oh Sms

Sms Oh Sms
(Oleh : Mila dChutki)
Sms oh sms...
Dulu kau sangat berguna, dipuja
Baik tua maupun muda semua suka
Karena lewat dirimu mereka bahagia
Hidupnya berwarna, penuh tawa, tidak hampa
Namun terkadang juga bawa luka
Berita duka, membuat gundah gulana
Oh kau berharga...oh perantara...
Sms oh sms...
Sekarang zaman globalisasi
Yang makin canggih dari hari ke hari
Smartphone sudah mendominasi
Dengan dibanjiri berjuta-juta aplikasi
Kau tak lagi dipuji
Semakin jarang diminati
Bahkan kau tak dianggap penting lagi
Tak ada posisi lagi di hati
Sms oh sms...
Chatting lebih disuka daripada kamu
Paketan internet sangat berperan untuk itu
Tak khawatir meski tak ada pulsa setiap waktu
Tak sedih walau tanpa kamu
Melupakanmu tanpa ragu
Dari Senin sampai Minggu
Aku terus saja menunggu
Dan tak kunjung datang balasan untukku
Aku sekarang semakin tahu
Bahwa teknologi terus maju
Seharusnya ada smartphone di tanganku
Sms oh sms...
Percayalah padaku saja
Aku masih menganggapmu ada
Meski suatu saat nanti aku akan lupa
Namun entah kapan waktu itu kan tiba
Sms oh sms...
Kau harus rela dan berlapang dada
Meskipun semua meninggalkanmu dan lupa
Kau akan tetap berguna
Meskipun hanya sekali-kali saja
Sms oh sms...
Terimakasih aku sudah mulai bosan padamu
Aku lebih suka menelepon daripada jasamu
Maafkan aku sms...

www.xxsolution.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Lose MCF (My Close Friend)

It talks about me and one of my friends. I don’t mean to spread widely to the public, but I just want to tell a story. I love to tell stories. May be you can learn from this case. I hope. We both were ordinary friends in the first 3 years (junior high school) we recognized each other. Then, it changed to be closer when we were in the first class of senior high school. Yeah, we were close. I would not say that she was my crony, soul mate, or whatever it was (because I was not interested having crony -best friend- or certain kind). She was just my friend and she was the closest one with me. I told her everything. I shared her all my happiness even my sadness, I guess . I often brought her what I had, such as foods, goods, yeah. When my brother in law endowed me some foods from other city, I shared mine to her. When my mom was given some fruits by her friend, I also shared mine to her. Ya…just like that. Wherever I was, she was also there (school area only). I went to shop, she...

Is Gossiping Good or Bad?

Talk about human in this wide world, what do you think first? Male-female, old-young, adult-little, kind-evil, good looking-bad looking, fat-slim, and many more. Don't think much antonym above! Just take one of them, it is "kind-evil" or you can change to "good-bad". It must be good behavior and bad behavior. In this world, people have their own characters. May be some of them are in your side, but remember! Some others have different ways with you. Just say that i don't like gossiping, and i always wanna avoid it, yeah...i effort to leave it. But, in other way people around me like doing gossip, and i have no rights at all to stop them. If i want them to stop gossiping, then they will say that i am freak, i am suck, and other bad words they tell me. As nobody of theirs, i can't do many things. Start from gossiping, then it may be backstabbing. In gossiping, we talk much about somebody else's badness and their mistakes. We make it as topic of t...

Kenapa harus contekan, sih?

Pada suatu hari ada orang baru masuk dalam lembaga pendidikan tempatku menimba ilmu selama ini. Waktu itu dia masuk setelah istirahat-kebetulan guruku   sedang berhalangan untuk datang, jadi orang itu yang masuk. Dia mengatakan bahwa dia akan menjadi operator di sekolahku, dan dia juga akan bantu-bantu akuntansi. Ngebantu kita, katanya. Dia mau ngajarin Applikasi MYOB, sedangkan UKK kita baru berakhir dan kita tak perlu mendalami MYOB lagi. Entahlah. 4 jam pelajaran dia habiskan untuk membicarakan macam-macam dengan kita. Dimulai dengan perkenalan, mengartikan nama-nama kita, hingga pengetahuan-pengetahuan yang lain, oya, juga tentang pengalamannya saat menjadi pelajar dulu. Yang paling aku ingat bahwa dia pernah ngasih jawaban dia-yang sebenarnya beda paket-ke temennya. Lalu, aku membuka suara. “Berarti menolong dalam kejelekan dong, Pak?” “Bukan. Kan kasihan, dia nggak bisa. Itu UN loh, kalo ujian biasa nggak usah dikasih,” “Iya, Pak. Berarti Anda menolong kejeleka...