Langsung ke konten utama

Puisi-Kau Amnesia

Kau Amnesia
(Oleh: Mila d’Chutki)
Tak ingatkah kau pernah membuatku tertawa?
Tak ingatkah dulu kita selalu bersama?
Menikmati hidup, meratapi hidup
Sungguh sekarang kau amnesia...
Dulu hati ini menjadi milikmu
Dulu aku ini selalu ada untukmu
Namun semua kini sudah tak berarti
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau benar-benar tak ingat lagi
Seolah otakmu termakan zombie
Kau memang raja sayat hati
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau lupa
Namun tak merasa lupa
Berlagak tak tau apa-apa
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau tega buatku terluka
Dulu semua hanya sia-sia
Cinta percuma dan tak berguna
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau penghancur hati wanita
Tak pernah memahami betapa tersiksanya
Pergilah dari dunia
Sungguh sekarang kau amnesia...
Wahai lelaki pembuat luka
Kau benar-benar lupa, ataukah hanya pura-pura
Ku tak mempedulikannya
Sungguh sekarang kau amnesia...
Apakah kau pemberi harapan palsu, ha?
Hanya memanfaatkan agar kau bahagia?
Begitukah sikap pria?
Masihkah kau pria?

Sungguh sekarang kau amnesia... 
neur2201.unsw.wikispaces.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Kita Tidak Mati Semudah Itu?

Pasti kita semua pernah mempelajari tentang macam-macam makhluk hidup. Dalam pelajaran IPA, kita akan mengenal 4 makhluk hidup. Yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan yang terakhir setahu saya adalah pengurai. Saya tidak akan membahas pengurai di sini. Saya hanya akan membahas 3 makhluk hidup─manusia, hewan, tumbuhan. Ada apa dengan mereka? Dalam agama Islam, banyak makhluk yang diciptakan oleh Allah. Tidak hanya 3 tersebut di atas. Dari semuanya, ada yang gaib dan tidak. Kita juga pasti sudah mempelajari tentang yang gaib─malaikat, jin, iblis. Gaib artinya tidak berwujud. Mata manusia terbatas, dan tak mampu melihat yang gaib─ada yang mampu, namun ada proses untuk menjadi seperti itu. Sebagai manusia yang biasa-biasa saja (baca:manusia biasa), kita hanya akan mampu melihat sesama─manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Kita pun hanya sebatas bisa melihatnya─hewan dan tumbuhan, dan tak pandai berbicara dengan bahasa yang mereka gunakan. Loh, tapi pawang di kebun binatang, sirkus, mere...

(Bukan) Review - Tentang Kamunya Tere Liye is RECOMMENDED!

Sejauh ini aku belum pernah membaca karya Tere Liye, Tentang Kamu inilah yang pertama kali, dan yang terbaru ya (mungkin). Lagi-lagi ini bukan bukuku. Seorang guru bahasa Indonesiaku saat MTs, menawariku novel ini. Awalnya aku sempat menolak karena beliau sendiri belum membacanya-aku ingin menunggu beliau selesai terlebih dulu. Tapi, beliau bilang “tidak apa-apa, saya punya 2, dan kita bisa gantian” (kurang lebih seperti itu). Baiklah, aku menerima tawaran itu. Kuambil novel di kediaman beliau. Dan kau tau?! Novel itu belum dibuka, masih disegel, dan masih belum dikeluarkan dari kantong kresek. Aku merasa tidak enak-sebenarnya, tapi aku sudah terlanjur datang. Saat buku itu sudah ditanganku, aku tidak langsung membukanya. Aku menyelesaikan Dilan dulu-aku tidak ingin nanti terlanjur terlena dengan Tentang Kamu lantas melupakan novel yang belum kelar. *aku juga sudah menyelesaikan artikel tentang Dilan beberapa waktu lalu setelah aku menyelesaikan membacanya selama berabad-abad. D...

Text of Story telling contest 2012

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Respectable the commitee of story telling contest Honorable the juries and the funny audiences who i do love. Firstly,before telling you a funny story i’d like to say thank you very much for the chance given to me to stand in front of you all. Okey brothers and sisters,i’m the contestant number ... Today,i’d like to tell a funny story about “ Feud with the Donkey “