Langsung ke konten utama

Puisi-Kau Amnesia

Kau Amnesia
(Oleh: Mila d’Chutki)
Tak ingatkah kau pernah membuatku tertawa?
Tak ingatkah dulu kita selalu bersama?
Menikmati hidup, meratapi hidup
Sungguh sekarang kau amnesia...
Dulu hati ini menjadi milikmu
Dulu aku ini selalu ada untukmu
Namun semua kini sudah tak berarti
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau benar-benar tak ingat lagi
Seolah otakmu termakan zombie
Kau memang raja sayat hati
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau lupa
Namun tak merasa lupa
Berlagak tak tau apa-apa
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau tega buatku terluka
Dulu semua hanya sia-sia
Cinta percuma dan tak berguna
Sungguh sekarang kau amnesia...
Kau penghancur hati wanita
Tak pernah memahami betapa tersiksanya
Pergilah dari dunia
Sungguh sekarang kau amnesia...
Wahai lelaki pembuat luka
Kau benar-benar lupa, ataukah hanya pura-pura
Ku tak mempedulikannya
Sungguh sekarang kau amnesia...
Apakah kau pemberi harapan palsu, ha?
Hanya memanfaatkan agar kau bahagia?
Begitukah sikap pria?
Masihkah kau pria?

Sungguh sekarang kau amnesia... 
neur2201.unsw.wikispaces.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Lose MCF (My Close Friend)

It talks about me and one of my friends. I don’t mean to spread widely to the public, but I just want to tell a story. I love to tell stories. May be you can learn from this case. I hope. We both were ordinary friends in the first 3 years (junior high school) we recognized each other. Then, it changed to be closer when we were in the first class of senior high school. Yeah, we were close. I would not say that she was my crony, soul mate, or whatever it was (because I was not interested having crony -best friend- or certain kind). She was just my friend and she was the closest one with me. I told her everything. I shared her all my happiness even my sadness, I guess . I often brought her what I had, such as foods, goods, yeah. When my brother in law endowed me some foods from other city, I shared mine to her. When my mom was given some fruits by her friend, I also shared mine to her. Ya…just like that. Wherever I was, she was also there (school area only). I went to shop, she...

Is Gossiping Good or Bad?

Talk about human in this wide world, what do you think first? Male-female, old-young, adult-little, kind-evil, good looking-bad looking, fat-slim, and many more. Don't think much antonym above! Just take one of them, it is "kind-evil" or you can change to "good-bad". It must be good behavior and bad behavior. In this world, people have their own characters. May be some of them are in your side, but remember! Some others have different ways with you. Just say that i don't like gossiping, and i always wanna avoid it, yeah...i effort to leave it. But, in other way people around me like doing gossip, and i have no rights at all to stop them. If i want them to stop gossiping, then they will say that i am freak, i am suck, and other bad words they tell me. As nobody of theirs, i can't do many things. Start from gossiping, then it may be backstabbing. In gossiping, we talk much about somebody else's badness and their mistakes. We make it as topic of t...

Kenapa harus contekan, sih?

Pada suatu hari ada orang baru masuk dalam lembaga pendidikan tempatku menimba ilmu selama ini. Waktu itu dia masuk setelah istirahat-kebetulan guruku   sedang berhalangan untuk datang, jadi orang itu yang masuk. Dia mengatakan bahwa dia akan menjadi operator di sekolahku, dan dia juga akan bantu-bantu akuntansi. Ngebantu kita, katanya. Dia mau ngajarin Applikasi MYOB, sedangkan UKK kita baru berakhir dan kita tak perlu mendalami MYOB lagi. Entahlah. 4 jam pelajaran dia habiskan untuk membicarakan macam-macam dengan kita. Dimulai dengan perkenalan, mengartikan nama-nama kita, hingga pengetahuan-pengetahuan yang lain, oya, juga tentang pengalamannya saat menjadi pelajar dulu. Yang paling aku ingat bahwa dia pernah ngasih jawaban dia-yang sebenarnya beda paket-ke temennya. Lalu, aku membuka suara. “Berarti menolong dalam kejelekan dong, Pak?” “Bukan. Kan kasihan, dia nggak bisa. Itu UN loh, kalo ujian biasa nggak usah dikasih,” “Iya, Pak. Berarti Anda menolong kejeleka...