Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivation

Bekerja Niat Ibadah

Di sini aku tidak bermaksud menggurui siapapun ya, seperti yang sudah pernah aku bilang bahwa I’ll share what I’ve known, jadi kuharap kalian bisa mengerti maksudku. Kita bisa menjadi seperti sekarang ini semata-mata karena Allah, kan ya? Semua sudah diatur. Bagaimanapun kamu mengelak pernyataanku ini, aku tidak akan mengiyakan. Kita sekarang masih hidup di dunia, entah sampai kapan tidak ada yang tau. Memikirkan masa depan itu perlu, emang sangat perlu. Kebanyakan yang kita pikir itu masa depan yang mana sih? Ngaku! Berapa persen dunia dan berapa persen akhirat? Oke, aku juga nggak mau munafik, keknya aku khawatir banget dengan masa depan duniaku, dan masih seringkali tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan akhirat meskipun selalu berusaha untuk lebih mempersiapkan ke sana sih, cuma ya mungkin dosaku masih terlalu banyak, jadi masih seperti ini. Makanya, aku ngajak kalian untuk inget, seenggaknya biar aku dapat poin dari Allah gitu. Kita ini hidup pada zaman yang suda...

Kenapa Kita Tidak Mati Semudah Itu?

Pasti kita semua pernah mempelajari tentang macam-macam makhluk hidup. Dalam pelajaran IPA, kita akan mengenal 4 makhluk hidup. Yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan yang terakhir setahu saya adalah pengurai. Saya tidak akan membahas pengurai di sini. Saya hanya akan membahas 3 makhluk hidup─manusia, hewan, tumbuhan. Ada apa dengan mereka? Dalam agama Islam, banyak makhluk yang diciptakan oleh Allah. Tidak hanya 3 tersebut di atas. Dari semuanya, ada yang gaib dan tidak. Kita juga pasti sudah mempelajari tentang yang gaib─malaikat, jin, iblis. Gaib artinya tidak berwujud. Mata manusia terbatas, dan tak mampu melihat yang gaib─ada yang mampu, namun ada proses untuk menjadi seperti itu. Sebagai manusia yang biasa-biasa saja (baca:manusia biasa), kita hanya akan mampu melihat sesama─manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Kita pun hanya sebatas bisa melihatnya─hewan dan tumbuhan, dan tak pandai berbicara dengan bahasa yang mereka gunakan. Loh, tapi pawang di kebun binatang, sirkus, mere...

Cukup 2 Profesi, Kamu Bisa Menjadi Apapun

           Jumlah profesi di dunia ini mungkin tidak lebih banyak dari jumlah manusia yang hidup di dalamnya. That’s why beberapa dari kita ada yang merangkap, itupun hanya bisa merangkap beberapa profesi saja. Tak banyak. Guru merangkap petani, guru merangkap penjaga toko, kepala desa merangkap tengkulak, ketua RT merangkap tukang becak, pemain bola merangkap koki, pengusaha merangkap ustadz, pedagang merangkap kuli bangunan, wartawan merangkap fotografer (emang itu kali kerjaan dia :D), dan lain sebagainya.             Dari profesi yang bisa dirangkap itupun, bukan merupakan profesi yang terkenal keren semua, maksudnya, profesi yang biasanya di-wah-kan, seperti dokter, polisi, hakim, TNI, maupun tokoh pemerintahan. Katakan saja, dokter merangkap TNI, polisi merangkap hakim. Tidak mungkin, kan? Bagaimana cara mereka membagi waktu jika pekerjaan mereka memiliki jam kerja yang sama? Maka dari itu, pro...

Jangan Lupa Berbuat Baik pada Tuhan Juga

Ada apa dengan judul saya? Entah, selepas saya bangun dari tidur siang, saya ingin saja menuliskan tentang ini. Saya mengingat-ingat kejadian yang pernah saya alami, orang-orang yang ada di dunia ini termasuk yang di TV (yang saya nggak kenal sama sekali), dan semuanya tentang mereka. Ehem . Melihat dan memerhatikan apa yang mereka lakukan (nggak kepo, tapi emang lagi menganalisa sih...maklumlah introvert memang memiliki karakter tersebut), okelah katakan saja mereka baik. Memang baik. Peduli dengan sesama, suka menolong, tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk mereka yang membutuhkan, tidak melakukan suatu hal kerusakan, cinta lingkungan, dan kebaikan-kebaikan lain yang bisa kalian sebutkan sendiri. Apapun itu. Benar-benar bikin hati adem saat melihatnya, benar-benar terkesan saat melihat senyum tulusnya merekah, benar-benar membuat saya terpesona. *Arree!!??-_- Tetapi, apakah dia juga sudah berbuat baik pada Tuhan? Kenapa nanya gitu, Mil? Begini... Saya tidak berma...

Pesan Hidup dari Rahasia Hidup Anda

Aku menemukan buku tulis lamaku saat aku mencari kalkulator yang terselip. Aku menemukan sebuah tulisan tangan kecilku dulu, beberapa tahun silam. Tulisan ini aku dapatkan sejak 10 Oktober 2012 dari salah satu Ustadzku dalam kesempatan kelas Aswaja di Madrasah Diniyah (Sekolah Keagamaan). Aku akan membaginya dengan kamu...   -PESAN HIDUP DARI RAHASIA HIDUP ANDA- Ø   Jangan mengejar waktu, dan jangan pula menunggu waktu. Ceburkan diri Anda sepenuhnya di aliran sungai kehidupan dan mengalirlah bersama waktu. Ø   Waktu yang akan membawa Anda melintasi karunia-karunia hidup di sepanjang sungai kehidupan. Ø   Mengalirlah sampai jauh.