Langsung ke konten utama

Pesan Hidup dari Rahasia Hidup Anda



Aku menemukan buku tulis lamaku saat aku mencari kalkulator yang terselip. Aku menemukan sebuah tulisan tangan kecilku dulu, beberapa tahun silam. Tulisan ini aku dapatkan sejak 10 Oktober 2012 dari salah satu Ustadzku dalam kesempatan kelas Aswaja di Madrasah Diniyah (Sekolah Keagamaan). Aku akan membaginya dengan kamu...
 
-PESAN HIDUP DARI RAHASIA HIDUP ANDA-

Ø  Jangan mengejar waktu, dan jangan pula menunggu waktu. Ceburkan diri Anda sepenuhnya di aliran sungai kehidupan dan mengalirlah bersama waktu.
Ø  Waktu yang akan membawa Anda melintasi karunia-karunia hidup di sepanjang sungai kehidupan.
Ø  Mengalirlah sampai jauh.
id.news.qa1p.global.media.yahoo.com

Renungan:
Bayangkan sebuah sungai yang panjang dengan air yang jernih dan segar mengalir dengan lembut. Ceburkan diri Anda ke dalamnya, Anda tidak tenggelam. Tetapi air itu membawa Anda mengalir melewati pemandangan alam dengan panorama yang indah. Lepaskan diri Anda sepenuhnya kepada aliran air yang membawa Anda melaju dengan nyaman dan lancar. Bila Anda suka, pejamkan mata Anda dan dengarkan atau rasakan jantung Anda yang sedang berdetak. Itulah irama lagu air sungai kehidupan yang sedang mengalir menyusuri tiap-tiap kejadian dalam hidup Anda.
Rebahkan diri Anda sepenuhnya, biarkan aliran sungai ini membawa Anda menuju tempat yang Anda harapkan dalam keyakinan batin Anda. Jadilah seperti Nabi Musa ketika dihanyutkan oleh ibunya, akhirnya sampai di kerajaan Fir’aun yang membesarkannya.
Percayalah bahwa kehidupan hanya membawa Anda ke tempat yang terbaik bagi Anda. (Optimis).
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Kita Tidak Mati Semudah Itu?

Pasti kita semua pernah mempelajari tentang macam-macam makhluk hidup. Dalam pelajaran IPA, kita akan mengenal 4 makhluk hidup. Yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan yang terakhir setahu saya adalah pengurai. Saya tidak akan membahas pengurai di sini. Saya hanya akan membahas 3 makhluk hidup─manusia, hewan, tumbuhan. Ada apa dengan mereka? Dalam agama Islam, banyak makhluk yang diciptakan oleh Allah. Tidak hanya 3 tersebut di atas. Dari semuanya, ada yang gaib dan tidak. Kita juga pasti sudah mempelajari tentang yang gaib─malaikat, jin, iblis. Gaib artinya tidak berwujud. Mata manusia terbatas, dan tak mampu melihat yang gaib─ada yang mampu, namun ada proses untuk menjadi seperti itu. Sebagai manusia yang biasa-biasa saja (baca:manusia biasa), kita hanya akan mampu melihat sesama─manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Kita pun hanya sebatas bisa melihatnya─hewan dan tumbuhan, dan tak pandai berbicara dengan bahasa yang mereka gunakan. Loh, tapi pawang di kebun binatang, sirkus, mere...

I Lose MCF (My Close Friend)

It talks about me and one of my friends. I don’t mean to spread widely to the public, but I just want to tell a story. I love to tell stories. May be you can learn from this case. I hope. We both were ordinary friends in the first 3 years (junior high school) we recognized each other. Then, it changed to be closer when we were in the first class of senior high school. Yeah, we were close. I would not say that she was my crony, soul mate, or whatever it was (because I was not interested having crony -best friend- or certain kind). She was just my friend and she was the closest one with me. I told her everything. I shared her all my happiness even my sadness, I guess . I often brought her what I had, such as foods, goods, yeah. When my brother in law endowed me some foods from other city, I shared mine to her. When my mom was given some fruits by her friend, I also shared mine to her. Ya…just like that. Wherever I was, she was also there (school area only). I went to shop, she...

(Bukan) Review - Tentang Kamunya Tere Liye is RECOMMENDED!

Sejauh ini aku belum pernah membaca karya Tere Liye, Tentang Kamu inilah yang pertama kali, dan yang terbaru ya (mungkin). Lagi-lagi ini bukan bukuku. Seorang guru bahasa Indonesiaku saat MTs, menawariku novel ini. Awalnya aku sempat menolak karena beliau sendiri belum membacanya-aku ingin menunggu beliau selesai terlebih dulu. Tapi, beliau bilang “tidak apa-apa, saya punya 2, dan kita bisa gantian” (kurang lebih seperti itu). Baiklah, aku menerima tawaran itu. Kuambil novel di kediaman beliau. Dan kau tau?! Novel itu belum dibuka, masih disegel, dan masih belum dikeluarkan dari kantong kresek. Aku merasa tidak enak-sebenarnya, tapi aku sudah terlanjur datang. Saat buku itu sudah ditanganku, aku tidak langsung membukanya. Aku menyelesaikan Dilan dulu-aku tidak ingin nanti terlanjur terlena dengan Tentang Kamu lantas melupakan novel yang belum kelar. *aku juga sudah menyelesaikan artikel tentang Dilan beberapa waktu lalu setelah aku menyelesaikan membacanya selama berabad-abad. D...